RSS

Mempersiapkan Curriculum vitae (CV)

27 Des

Bagi lulusan baru, senang rasanya lulus dan mulai terjun ke dunia kerja. Namun terkadang dunia kerja yang kita dambakan tidak seiring apa yang kita bayangkan. Setelah lulus sulit rasanya mencari pekerjaan yang cocok dengan apa yang didambakan entah itu dari segi salary, minat ataupun dari segi bakat. Pada dasarnya jika anda menginginkan pekerjaan sesuai dengan yang anda harapkan, anda cukup membuat tiket masuk dalam lamaran pekerjaan anda. Tiket masuk tersebut adalah Curriculum Vitae (CV). Jika CV anda bagus, akan mudah untuk masuk di tahap awal.

Beberapa orang beranggapan CV itu hal biasa dan mudah dibuat tanpa berfikir bahwa CV merupakan hal terpenting untuk mendapatkan panggilan lamaran pekerjaan. Bahkan terkadang masih ada mantan mahasiswa atau calon pekerja yang baru lulus tidak tahu bagaimana caranya mempersiapkan lamaran kerja dan CV. CV atau Curriculum vitae diperlukan perusahaan untuk mengenal sejauh mana orang yang ada didalam CV tersebut dibutuhkan oleh perusahaan. Bahkan terkadang bagian personalia dapat membaca kepribadian seseorang hanya dari CV nya saja. Oleh karenanya jangan heran jika lamaran anda belum diterima padahal anda sudah menunggu berhari-hari untuk mendapatkan panggilan pekerjaan.

Penyebab utama mengapa lamaran anda belum diterima karena isi dari CV anda kurang diminati oleh perusahaan yang anda inginkan atau bahkan ada perusahaan yang tidak sama sekali melirik, melihat apalagi membaca CV anda. Berikut beberapa penyebab mengapa anda belum dapat panggilan setelah melamar.

  • Perusahaan tidak melihat lamaran anda

Sebelum membahas masalah ini, saya akan cerita beberapa pengalaman teman saya saat melamar perusahaan. Teman saya sempat melamar perusahaan X waktu ada jobfair di bandung. Perusahaan ini bergerak dibidang oil & gas dan cukup terkenal. Waktu itu untuk melamar cukup menyerahkan CV ke bagian personalia di stand perusahaan tersebut. Suasana disana sangat ramai,saya lihat beberapa orang sebelah menyerahkan CV nya yang diserahkan langsung ke HRD yang ada di stand, hanya dilihat sekilas ya sekitar 6-7 detik lalu kemudian CV diletakkan diatas meja. Giliran teman saya menyerahkan CV. dia sama halnya seperti orang sebelah saya tadi, CV nya dilihat sekilas tetapi saat belliau mengambil pena lalu beberapa tulisan yang ada di CV nya dilingkari beberpa lingkaran (kaya dosen sedang asistensi maen corat coret aja..hehehe..). Nah setelah itu diletakkan di meja nah bedanya dia diberikan selembar amplop yang isinya surat undangan tahapan tes.

Wah ternyata CV teman saya sudah dapat menarik hati bagian personalia / HR dibanding orang disebelah saya tadi . Ya begitulah tiket masuk dari CV yang ternyata CV teman saya sudah cukup nendang untuk memikat hati HR. Bukan hanya perusahaan tersebut saja, tetapi juga CV nya sudah tembus di 3 perusahaan lainnya dibidang yang sama. Yaa kok bisa di 3 perusahaan ..???serakah amat?wawancaranya gimana tu jadinya..??????eeitt…nanti dulu, masalah wawancara itu urusan nanti ya yang akan dibahas sendiri. Sekarang focus ke CV aja dulu ya.

Oke cerita selesai, setelah diskusi panjang dengan teman saya, ada beberapa yang saya akan bahas inti permasalahan di poin ini. Pada prinsipnya HR merupakan bagian dari perusahaan yang mencari bakat dan skill calon karyawan sesuai yang dibutuhkan perusahaan. Teruuussss…jangan lgsg ambil kesimpulan dulu nh, sebelum itu walaupun skill sudah memenuhi kebutuhan perusahaan tetapi jika ternyata HR sudah tidak tertarik melihat tampilan CV yang hanya dilihat sekilas tersebut, secara otomatis CV tidak akan dibaca sama sekali. Ya minimal tulisan diperjelas dengan bold. Oleh karenanya buatlah CV semenarik mungkin tetapi jangan norak ya. Selain itu biasanya CV dibaca dalam hitungan detik saja oleh HRD makanya buatlah sub bagian yang dimana harus anda buat untuk mendeskripsikan skill anda…di akhir pembahasan ini bisa lihat contoh CV yang saya buat dalam mendeskripsikan skill.

Lalu bagaimana kalau tidak ada panggilan juga padahal CV sudah dbuat semenarik mungkin dan sudah mengirim lamaran ke perusahaan…??? Nah di sisi lain, ada beberapa perusahaan yang lebih memilih melamar by email ketimbang mengirim dengan pos atau memberikan CV langsung dengan kertas seperti cerita di atas. Mengapa begitu..?? karena jika via email, HRD akan mudah mencari CV hanya dengan search by email. Jadi mirip search di google aja. Tinggal masukkan keyword yang dibutuhkan utk posisi yang dicari..,lalu keluar deh surat lamaran yang mengandung keywords disana. Naaahhh mungkin disini ni isi lamaran anda tidak memiliki keyword yang dicari oleh HRD..hehehe..makanya dibuat sedetail mungkin kualifikasi yang anda miliki agar keyword yang dicari ada pada lamaran anda. Uupppsss…tapi jangan panjang-panjang yaa…cukup summary nya aja, kalo kebanyakan bisa puyeng tu hrd corat coret CV anda. dan satu lagi, lamaran sebaiknya memiliki ukuran file yang relatif kecil, karena jika ukurannya besar maka akan membuat email jadi penuh. tapi sepengetahuan saya setelah bekerja, CV itu akan di arsipkan di hardisk. namun tidak menutup kemungkinan yang memiliki ukuran yg tidak wajar akan dihapus.

Nah kalau tampilan sudah menarik, keyword sudah ada trus apalagi nih selanjutnya kenapa kok bisa ga dipanggil? Yuk baca di poin selanjutnya.

  • Kualifikasi anda belum dibutuhkan oleh perusahaan

Nah di poin ini pasti bisa dibayangkan ya maksud kualifikasi itu apa? Dan jujur aja nih, kira kira…jika ada lowongan semisal structure engineer, itu semua kualifikasi yang ada dilowongan tersebut siapa sih yang menentukan..??HR kah..???Manajer kah..???Owner Perusahaan kah…???Nah lho hayoooo..???siapa yang bisa jawab..???hehehe

Jadi begini menurut informasi yang saya dapat… sebenarnya banyak penyebabnya dalam menentukan skill yang diminta tetapi jelas adanya lowongan tersebut dikarnakan adanya kebutuhan SDM untuk mengerjakan proyek ataupun sedang merintis generasi selanjutnya…itu jelas sekali ya…ingat, ada demand maka harus ada supply. prinsip ekonomi nih…heheh…Nah, dalam tiap proyek  itu ada beberapa bagian dan jabatan seperti Project manager, HOD/Head of department, lalu lead engineer, senior engineer, junior engineer etc etc dan etc. Nah lead engineer itu membawahi dan bertanggung jawab atas senior engineer dan junior engineer dalam mengerjakan sub sub proyek. Lead engineer lah yang mengaproximasi kekurangan SDM dalam proyek tersebut.kalau lead engineer merasakan kekurangan SDM kemudian akan direview oleh Head of department dan jika disetujui maka permintaan tersebut akan diberikan ke HR untuk mencari karyawan baru. Nah tentunya kualifikasi yang akan dibuat itu sesuai kebutuhannya lead engineer itu..wong dia yang bertanggung jawab atas sub proyek dan bawahannya kok. Mesti dia yang harus tahu dan yang mendeskripsikan skill apa yang dibutuhkan untuk membantu pekerjaannya…ya secara garis besar seperti itu…

Lalu bagaimana jika ada lowongan “lead engineer”..?? Siapa sih yang menentukan kualifikasinya..???Nah lho…?? Buat PR aja ya…coba pikirkan siapa ya kira-kiraaa..???hehehe

Ya sudah ga usah ngbahas terlalu jauh dulu, sekarang ini Qta ngbahas CV untuk lulusan baru jadi teruskan pembahasannya dulu ya..

Banyak sekali kualifikasi yang ditentukan oleh perusahaan, biasanya skill dalam mengerjakan proyek bidang apa pun khususnya dibidang teknikal yang menentukan adalah lead engineernya atau bahkan HOD dan saat interview disebut user. Nah user ini yang akan menggunakan skill kita untuk menyelesaikan sub proyek yang diamanatkan dari perusahaan untuk sang lead. Sedangkan dibidang lainnya seperti IPK minimal, pengalaman organisasi, reputable university bisa bahasa inggris dll nah itu yang menentukan biasanya HR nya (untuk lulusan baru ya..). Kalau yang sudah berpengalaman itu berbeda. Karena tiap perusahaan memiliki kualifikasi standar untuk bergabung dengan mereka dan HR lah yang menambahkan.

Bicara masalah kualifikasi, tidak sedikit lulusan baru yang hanya lamar sana-lamar sini yang penting sudah lamar,sisanya ikhtiar.. Eittt-dah..!!!?? ni orang  ga bisa mengukur dirinya sendiri. Malah jangan-jangan background teknik eh malah ngelamar diperusahaan yang dia gak tau itu perusahaan apa,setelah dapet panggilan eh ternyata malah perusahaan popok bayi, ketika diapnggil dan sampe sana… belum masuk ke perusahaan langsung pulang…Ceeyaaaaa…Gubrak…O ya satu lagi, kalau sudah dapat panggilan dan sudah setuju bisa datang, jangan sampai gak datang. Itu merusak reputasi diri sendiri. Makanya jangan main main kalau anda ingin melamar. Oke Back to laptop… bicara masalah kualifikasi sebisa mungkin dan sedini mungkin buatlah analisa GAP (Semacam table perbandingan kualifikasi yang ada dalam lowongan dengan kemampuan diri sendiri dan action apa yang akan dilakukan jika tidak memenuhi kualifikasi di posisi tersebut) agar lebih besar kemungkinan lamaran diterima perusahaan.

Nah yang jadi masalah, bagaimana kalau kualifikasi yang ada pada lowongan tidak ada yang kita bisa…??? Makanya sebisa mungkin dari sekarang silahkan cari lowongan-lowongan yang anda inginkan walaupun sudah basi, kemudian pelajari apa yang diperlukan dalam lowongan tersebut. Misal anda ingin ke pipe stress engineer, nah cari lowongan yang lalu nanti dijelaskan dalam lowongan tersebut dbutuhkan orang yang bisa Caesar II untuk mengisi posisi ini. Pelajari Caesar II itu sedini mungkin entah itu auto didak atau ikut training terserah deh gimana caranya karna suatu saat lowongan tersebut akan ada lagi di masa berikutnya dengan permintaan kualifikasi yang hampir sama

Kemudian kualifikasi lainnya IPK dan reputable university…Nah lhooo…???gimana nih kalo IPK dan background universitasnya ya..??? ya tidak bisa dipungkiri kalau ada beberapa lowongan yang mensyaratkan IPK itu suatu yang hampir mutlak diperlukan missal minimal IPK 3. Jangan pernah berfikir kalau punya IPK mah yang biasa saja asal punya kualifikasi yang bagus seperti ikut training, organisasi manteb, dll itu lebih baik dari yang IPK nya tinggi tapi gak punya organisasi, ga pnya sertifikat ga punya skill…itu pemikiran yang kurang tepat…Mengapa demikian..??? Memang saya akui kalau kemampuan orang itu tidak dapat hanya diukur dari IPK…Setuju…??? Anda Setuju khan..?? Nah saya juga nyaris setuju cuma kalau saya pikir, IPK bukanlah hal yang UTAMA, tetapi IPK itu merupakan hal yang PERTAMA…. Ya….maksudnya hal yang PERTAMA kali dilihat dalam menseleksi calon karyawan. Dan saya tersadar kalau ternyata alasan HR itu melihat yang IPK tinggi bukan hanya karena IPK tinggi itu baik secara akademik. Tetapi HR menilai kalau IPK tinggi itu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab seorang mahasiswa utk menjalankan kewajibannya dalam mengemban amanah dan tugas-tugasnya..entah itu amanah dari orang tua utk kuliah sungguh2, diri sendiri dan tugas dari dosen. Kalau IPKnya rendah / tdk memenuhi kualifikasi dianggap kurang bertanggung jawab dalam mengemban kewajiban yang diberikan. Belajar khan kewajiban ya….? Trus  bagaimana nasib perusahaan jika tugas perusahaan diberikan kepada orang yg tidak bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya..iya gak…???? Nah disisi lain juga jika IPK nya bagus/cumloud dianggap akan mudah dididik jika perusahaan memberikan training kepada orang tersebut,jadi kalau IPK selangit gak perlu banyak training,soalnya sebagian perusahaan sudah mnyediakan training buat mereka. Disisi lain khan organisasi & banyak kegiatan termasuk training bukan alasan untuk tidak dapat meraih IPK bagus, soalnya organisasi dan kegiatan bukanlah kewajiban. Akan tetapi pengalaman organisasi akan dinilai Plus jika dibarengi dengan IPK yang bagus juga. karena pada hakekatnya isi perusahaan merupakan sebuah organisasi yang sudah memiliki manajemen yang sudah stabil, Dengan adanya skill berorganisasi diharapkan manajemen yang sudah berjalan akan menjadi lebih baik kedepannya atau minimal calon karyawan bisa tetap menjalankan semua manajemen yang sudah berjalan baik. Makanya buat yang masih bisa perbaiki IPK sebisa mungkin diperbaiki dan jarang sekali perusahaan yang melihat waktu tempuh kuliah karena dengan IPK cukup baik berarti kewajiban anda mengemban amanah sebagai mahasiswa dinilai cukup bagus.

Untuk masalah reputable university biasanya yang dinanti itu universitas terkemuka seperti UI ITB ITS UGM dll, kalo yang swasta Binus BL dll itu masalah maksudnya reputable university itu saya juga kurang mengerti. Cuma denger denger nih dulu sewaktu saya sedang ngobrol-ngobrol sama orang tua yang anaknya saya privatkan, beliau minta agar sebisa mungkin anaknya masuk ke universitas negeri. Soalnya teman beliau itu ada profesinya sebagai penyeleksi karyawan yang katanya kalo ada lamaran masuk diutamakan dan dicari itu lulusan dari Universitas Negeri, yang swasta diindahkan/second choice lah dan denger-denger ya…kalo dari PTS itu kualifikasi nilai dibedakan dari PTN,missal PTS IPK 3, maka nilai IPK 3 tersebut dianggap 2.8 untuk yang PTN alasannya mungkin kualitas dari pemberian tugas,trus kualitas akreditasi dll itu mngkin PTN selangkah lebih baik…Hhhhmmm…gak tau juga ya itu isu bener apa kagak, hanya jujur saja saya pribadi kurang setuju dengan keadaan seperti itu..ya tentunya kalo anda yang membaca ini dari PTN akan senang membacanya karena peluang anda lebih besar. Tapi yang dari PTS/Perguruan tinggi Swasta gimana dong..???hiks hiks hiks..yaaah yang dari PTS jangan sedih dulu dong. Tenang aja peluang anda masih besar. Gak semua dari PTN itu bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Misal salah satu kasusnya nih setau saya ya, kalo PTN tu ngerjain tugas biasanya sampe larut malem. Jam 1 malem baru bisa tidur. apalagi anak kos yang senengnya makan mie. Nah efeknya nanti akan tereliminasi di tahap medical check up karena tidur terlalu malam itu bisa menyebabkan tereliminasi ditahap ini. Nah dengan begitu yang dari PTS bisa tu ambil kesempatan disitu. Hehehehe..itu cuma asumsi ya…Nah disisi lain kualifikasi yang dibutuhkan akan diutamakan dibanding reputable university. Entah itu good communication, especially in English. Entah itu good skill, understanding about the problem. Banyak deh. Yang jelas tu isi CV didetailkan lagi masalah kualifikasi yang kita miliki dan diasah setajam mungkin… inget setajam mungkin ya diasah kualifikasinya. Yang penting bikin HR jatuh hati dulu dengan CV anda. Biar nanti HR yang sudah jatuh hati terhadap CV anda yang menyeleksinya. Kalau CV sudah bagus dan dapat panggilan,nah disitu persaingan anda akan dimulai.

Trus kalau skill sudah memenuhi di CV tapi kok belum dapat panggilan..???nah ini alasan lainnya..

  • Posisi yang anda lamar sudah ada yang lebih baik dari anda.

Nah lho… gimana dong kalo ternyata posisi yang anda lamar sudah ada yang lebih baik dari anda..??? Nah ini ni yang bikin galau..hehehe…ga usah galau ya, menang dan kalah itu biasa, salama kita terus memperbaiki diri ga usah bingung..jodoh gak kemana kok. Hanya saja untuk masalah yang seperti ini ternyata gak cuma anda yang alami,perusahaan juga sering mengalaminya.Contohnya mereka juga sudah ambil resiko jika sudah menghabiskan banyak dana untuk mempsoting lowongan, sewa tempat wawancara/tes, sedia konsumsi dll dan ternyata anda yang dipilih olehnya sudah diterima diperusahaan lain yang lebih anda inginkan. So…don’t worry yang terpenting jangan berlagak sok oke banget dihadapan perusahaan tersebut. Bisa berakibat jelek pada diri anda sendiri. Trus ada hal lain yg ingin saya sampaikan dari info yang saya dapat.Ternyata dalam mencari karyawan denger2 sih katanya diutamakan kolega dari karyawan diperusahaan tersebut.why..???karena jika didapat dari relasi orang yang sudah bekerja disana akan lebih mudah jadinya alias ada yang bertanggung jawab jika kualifikasi yang dibutuhkan tidak sesuai. Dan kadang kadang ada beberapa perusahaan justru nilai plus bagi karyawananya yang membawa staff baru yang berkualifikasi ke dalam perusahaan. Seharusnya sih gitu..heheh…Nah habis itu kalau dari kolega staff perusahaan gak ada, baru deh dicari dari database HRD yang ada di emailnya, kalau disana tidak ketemu juga baru posting lowongan. Nah disini juga itu merupakan peluang besar utuk memasukkan data anda ke database mereka,so kirim CV anda justru disaat tidak ada lowongan. Jadi anda bisa dapatkan prioritas untuk dipanggil sebelum lowongan diposting.

Nah secara inti dari CV yang menurut saya bagus itu akan dijelaskan dibawah ini

  •  Tampilan => buat tampilan CV anda semenarik mungkin dan unik, usahakan buat dominan warna, jangan warna warni dan mencolok wah banget….soalnya bisa jadi agak norak.
  •  Foto => nah foto jangan yang foto gaul, akan tetapi buat foto yang resmi…eeiiitt nanti dulu, gak Cuma itu.. kalau bisa foto yang semi resmi, contohnya anda bisa cari foto direksi perusahaan dicompany profile perusahaan mereka. Nah posenya bisa dicontoh yang agak miring sedikit ada sudut hadapny nya ke kamera, usahakan dibuat senatural mungkin,itu akan menjadikan foto anda terlihat lebih professional. Yang penting jangan fotobox aja, contoh seperti ini
  • Data diri => Untuk data diri cantumkan sesedikit mungkin yang penting-penting saja. Status maried atau single itu wajib dcantumkan,karena jika status anda meried bisa jadi istri anda akan ditanggung asuransinya oleh perusahaan.. semisal lowongan utk kerja di luar negeri, cantumkan pasport. Nah untuk email,buatlah email yang gak neko-neko. Yang neko neko itu maksudnya cutesilvi912@yahoo.com dll lah.. nah ini saya berikan bocoran email yang bagus anda bisa register di www.mail.com .disana banyak domain yang bagus buat email professional, seperti @engineer.com dan lainny lalu buat nama yang gak neko neko buat email anda.
  •  Pendidikan ==> Cukup 2 jenjang pendidikan terakhir, cantumkan nilai bila diminta pada lowongan. Jika tidak dminta boleh dcantumkan ataupun tidak. Tentunya yang memiliki nilai baik/cumlaude lebih bagus dicantumkan
  •  Key Professional Summary => nah dibagian ini best selling point anda terhadap HR. Biasanya bagian ini yg pertamakali diinginkan untuk dicorat coret HRD. Jadi cantumkan semua kualifikasi anda secara general disini sedetail mungkin dalam artian keyword kualifikasi ada disini semua. Jangan diceritakan lengkap (Summarynya saja tapi mengena di bagian posisi yang akan dilamar) karena jika terlalu berbelit-belit dibagian ini akan membingungkan HR. Untuk bagian ini sebaiknya menyesuaikan dengan analisa GAP yang dibahas diatas.
  •   Training => Cukup training apa yang dikuti dimana, oleh lembaga apa, bersertifikasi atau tidak. Penjelasan dari semua training di bagian ini dicantumkan di Key professional Summary. Untuk training yang sifatnya workshop tidak perlu dicantumkan.
  •  Computer skill => Jelas dicantumkan kalau bisa lebih lengkap software apa dan fiture apa yang anda bisa dari software tersebut. Karena tidak semua HR mengerti fungsi dari tiap software untuk posisi dan duty yang dibutuhkan.
  •  Achivement => Penting dicantumkan karena ini dapat membuktikan bahwa anda selalu ingin berprestasi hingga bergabung dengan perusahaan
  •  Organisasi => Jika ada dapat dicantumkan, disini akan menjadi nilai plus dalam jiwa kepemimpinan anda. Berbeda ya dengan susunan kepanitiaan, akan lebih baik susunan kepanitiaan dibuat satu baris saja dalam semua agenda. Karena kepanitiaan suatu acara itu bersifat sementara. Hal ini biasanya yang dimaksud organisasi itu adalah yang memiliki periode lama.
  •  Language/bahasa => Cantumkan jika anda memiliki nilai tes dan score yang diraih, jika tidak cukup cantumkan level mana yang anda miliki.
  •  Workshop => Nah disini nih di atas tadi khan workshop dibilang gak perlu dicantumkan,kok dibuat lagi..??? Nah yang dcantumkan disini workshop yang anda ikuti berbeda. Workshop / seminar yang sifatnya nasional dan internasional perlu dicantumkan, apalagi yang berhubungan dengan posisi yang anda lamar. Kalau workshop yang sifatnya hanya sekedar ceramah yang bukan teknikal seperti workshop HIV AIDS misalnya…ya sebaiknya tidak perlu dicantumkan.
  •   Pengalaman kerja => nah cantumkan pengalaman kerja anda termasuk kerja praktek yang pernah anda laksanakan. Perlu diketahui proyek bersama dosen pun dapat dicantumkan disini termasuk menjadi asisten serta laboratorium. Dan jelaskan apa saja duty yang anda kerjakan, jika memiliki achivement dsaat anda bekerja. Dapat dicantumkan di bagian achievment
  •  Reference information => bagian ini sunah diberikan, tetapi akan lebih baik dicantumkan karena dengan adanya bagian ini berarti anda sudah berani mempertanggung jawabkan apa yang ada di CV anda dan tentunya sebelum anda mencantumkan bagian ini ada baiknya izin dulu kepada orang yang akan anda cantumkan.

Dan satu lagi,usahakan CV anda berbahasa international ya…Sudah dulu ya,lumayan capek nih, kalau ingin lihat contoh CV saya silahkan diunduh disini (Jangan disalah gunakan ya…) Mudah-mudahn dapat membantu

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Desember 2013 in Artikel

 

4 responses to “Mempersiapkan Curriculum vitae (CV)

  1. deni

    23 Mei 2014 at 11:08 pm

    Mas saya Deni seorang mahasiswa, boleh kirimkan cv nya ke email saya? Saya ingin membuat cv yang baik untuk melamar kerja nanti.
    Terimakasih.

     
  2. helmi

    21 Agustus 2014 at 11:17 pm

    mas saya helmi, jika mas berkenan boleh saya minta contoh atau refrensi cv dari mas?
    jika boleh ini alamat email saya helmi.t7@gmail.com
    terimakasih

     
  3. jrlighter

    22 Juli 2016 at 2:59 am

    Nice share Mas

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: