RSS

Thruster

07 Jan

Bow Thruster / Stern Thruster

Perkembangan Bow Thruster / Tunnel Thruster

Bow thruster merupakan salah satu teknologi baru yang sudah ada pada saat ini, Harbormaster Marine adalah suatu perintis pada pembangunan dan aplikasi dari Bow Thrusters / Tunnel Thrusters pada kapal komersial. Pada awalnya, dipergunakan di  kapal ferry dan kapal tunda, Bow thruster ini menjadi alat populer di kapal laut, pelayanan minyak lepas pantai dan alat berlayar muatan angkutan samudera. Di sisi lain mereka menyiasati dalam penggunaan alat ini untuk pengeboran minyak, pendistribusian melalui kapal, mengisi platform dan berlabuh ke dermaga. Bow Thruster / Tunnel Thruster pada umumnya dioperasikan saat docking dan maneuvering. Apalagi dilengkapi satu set gear yang terbuat dari baja tempa untuk memberikan ketahanan dan keandalan yang baik. pitch yang permanen dengan 4 daun propeller kaplan yang dikombinasikan dengan system gear untuk mereduksi energi yang terbuang. sehingga menghasilkan daya dorong maksimum yang sebanding dengan diameter tunnel.

 

Pengertian dan Penggunaan Bow Thruster

Bow thruster adalah suatu alat pendorong yang dipasang pada kapal-kapal tertentu untuk membantu maneuver kapal. Pada saat maneuver dilakukan, posisi kapal amatlah sulit untuk melakukan arah gerak yang diameternya efisien. Sehingga dibutuhkan alat pendorong ini agar diameter maneuver kapal dapat diperkecil yang menghasilkan efisiensi putaran monouver yang besar. Unit pendorong tersebut terdiri dari suatu propeller atau baling baling yang berada dalam satu terowongan (tunnel) pada bagian melintang kapal dan dilengkapi dengan suatu alat bantu seperti motor hidrolik atau elektrik. Selama beroperasi, air dipaksa masuk melalui terowongan tersebut untuk mendorong kapal sehingga bergerak menyamping sesuai keperluan kapal. Pada bow thruster tersebut diperlukan suatu unit Controlable Pitch Propeller (CPP) yang dibutuhkan untuk reverse rotating (putaran balik ) pada baling-baling tersebut. CPP tersbut ditunjukkan pada gambar berikut .

Selain itu suatu servo-motor dan roda gigi juga dibutuhkan dan ditempatkan dalam pelindung bow thruster, sehinggga memungkinkan untuk merubah sudu daun propeller yang berjenis CPP tersebut untuk megubah aliran air di dalam terowongan ke arah manapun, karena itu suatu prime mover yang non-reversible dapat digunakan, begitu  juga seperti dengan single-speed electric motor. Prime mover tersebut tidak perlu dihentikan selama ber-manouver karena sudut propeller dapat diposisikan pada zero pitch. Prime mover dihubungkan dengan suatu flexile drive shaft, kopling dan bevel gear (roda gigi kerucut). Pada system tersebut, seal (penyekat) khusus dipasang pada unit thruster  untuk mencegah kebocoran air laut. Unit lengkap (bow thruster) beserta peralatannya termasuk terowongan melintang kapal dapat mengakibatkan daya dorong sesuai dengan arah aliran air.  Penggunaan bow thruster tersebut dapat dikontrol melalui suatu terminal dan panel yang terdapat di ruang navigasi. Terminal tersebut akan langsung terhubung ke suatu microcontroller untuk pengaturan otomatisasi dan juga penggunaan secara manual. Penggunaan secara manual sudah terhubung langsung dengan joystick untuk mengubah arah pitch dari daun baling-baling.

 Tunnel Bow thruster

Tunnel Bow thruster adalah suatu tabung atau terowongan propulsi yang menjadi satu sistem bersama bow thruster yang dibuat untuk menyalurkan aliran air laut agar kapal dapat mudah dalam melakukan olah gerak. Oleh karena itu, tunnel bow thruster sangat diperlukan untuk menyalurkan air laut agar kapal mendapat dorongan dari air laut tersebut.

Bentuk terowongan pendorong untuk mengatur masuknya aliran air laut dapat dipasang di tiga tempat; haluan tengah, dan buritan kapal. Hal ini meningkatkan pemutaran efektif kapal di pusat rotasinya.  Umumnya baling-baling ditempatkan dekat centerline dari kapal sehingga menghasilkan  gaya ke kanan dan kiri.Untuk menghasilkan gaya tolak maksimum, fairing dimasukan ke dalam terowongan dengan lapisan jaring seperti cangkang. Fairing terowongan dengan berlapis cangkang akan meningkatkan efficiency. Setelah diteliti dari berbagai percobaan, direkomendasikan sudut fairing tersebut terhadap sisi kapal sebesar 45o.

Selain itu pada bagian depan bow thruster dibuat batang flatatau frame guna mengalirkan arah arus air yang dihasilkan oleh gelombang kapal untuk  masuk ke terowongan dibuat sebesar 15 derajat.

Untuk mencegah  korosi, pada sisi bow thruster dipasang sel anoda. Anoda yang digunakan harus dengan spesifikasi berdasarkan Mil satu atau ISO 18001 untuk anoda seng, spesifikasi ini mengandung Cadmium tambahan (~0. 1%), yang menyebabkan terkikisnya anoda dari pada permukaan baja. Pemasangan harus ditempatkan pada terowongan di panampang-lintang (lengthwise) dan  tidak boleh melebihi 1 sampai 2 inci (25 sampai 50 milimeter). 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Januari 2012 in New Technologies

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: