RSS

Pencegahan Polusi Minyak dari kapal Bag III

01 Agu

Peralatan Umum dalam Penanganan Polusi Minyak

Peralatan-peralatan umum yang biasa dipakai dalam usaha pencegahan pencemaran oleh minyak adalah sebagai berikut:

Booms

bom
Gambar  Booms

Booms adalah peralatan yang umum digunakan untuk menahan perluasan minyak yang tumpah dipermukan pantai dan juga dilaut dalam. Dengan bentuk yang sederhana sekalipun, alat ini cukup efektif dalam mencegah meluasnya area yang terkena tumpahan minyak dan sekaligus mengumpulkannya untuk kemudian disedot menggunakan skimmer. Semua jenis booms memiliki permukaan yang timbul dipermukaan air dan bagian yang tercelup dibawah air(skirt) untuk mencegah meluasnya tumpahan minyak. Dalam pengoperasiaanya, booms bisa diletakkan secara permanen atau juga diseret menggunakan sebuah kapal khusus. Dalam beberapa kasus, booms dapat ditebarkan untuk menghentikan penyebaran minyak pada garis pantai untuk selanjutnya dibawa ke tempat dengan tingkat sensitivitas yang lebih rendah. Penggunaan booms menjadi terbatas saat berada di perairan dengan gelombang laut yang tinggi.

Jenis booms sangat banyak, tergantung dari kondisi lingkungan dimana tumpahan minyak sering terjadi, namun beberapa yang populer diantaranya sebagai berikut:

A. General Purpose Boom
General Purpose Boom(GP Booms) memiliki desain sederhana seperti tirai yang berisi bahan gabus (foam) yang digulung untuk mencegah perluasan minyak, berbentuk silinder yang berguna untuk menahan hambatan angin dan hempasan gelombang. GP Boom bisa digunakan sebagai peralatan pencegahan (prevention) dan penanggulangan(response) tumpahan minyak pada daerah dengan gelombang rendah.

B. River Boom
Sesuai dengan namanya, River Boom digunakan pada tempat-tempat yang memiilki aliran air deras seperti pada sungai misalnya. Oleh karena itu, boom jenis ini memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menahan arus sungai.

C. ShoreSeal Boom
ShoreSeal Boom memiliki desain unik untuk melindungi area pantai, daerah pasang surut, dan juga permukaan tanah. Dengan dua buah bilik yang salah satunya dengan air sebagai ballast dan bilik lainnya diisi udara, ShoreSeal Boom menjadi sebuah pagar yang dapat menjaga kestabilannya sendiri dalam menjaga area pantai.

D. Offshore Boom
Berisi udara pada bagin dalamnya, sangat cocok digunakan didaerah/perairan dengan kondisi yang ekstrim. Dalam penggunaanya, OffShore Boom dihubungkan dengan sebuah penggulung (Boom Storage Reel) yang terletak di atas kapal.

E. Inshore Boom
Tipe boom yang cukup ekonomis, bisa direntangkan utuk pencegahan tumpahan minyak diwilayah operasi yang beresiko tinggi (misalnya tempat pengisian bahan bakar kapal dan pengoperasian bunker) atau pada tempat yang sulit dijangkau.


F. PermaGuard Boom

Merupakan jenis boom yang berat dan dipasang secara permanen pada pelabuhan, fasilitas pengolahan minyak, pusat pembngkit listrik, dan tempat pengolahan air tawar dari air laut.

G. Zoom Boom
Zoom boom memiliki kemampuan menggembung secara otomatis dan mudah dioperasikan karena desainnya yang ringkas dan mudah dibawa dengan menggunakan truk. Boom jenis ini lebih cocok digunakan pada saat darurat saat tumpahah minyak terjadi di pantai atau di lepas pantai.


H. Fire Booms

Konsep fire boom hampir sama dengan jenis boom biasa, hanya saja setelah boom dirapatkan dan minyak terkumpul pada tempat yang aman, minyak tersebut selanjutnya dibakar diatas permukaan air laut. Sisa minyak yang tidak terbakar selanjutnya diberi dispersants agar dapat terurai dengan cepat dan aman. Boom jenis ini terbuat dari bahan yang tahan api dan menimbulkan pencemaran udara ketika pengoperasian, oleh karena itu jarang diterapkan dalam penanganan tumpahan minyak.

Skimmers
Alat ini mengangkat tumpahan minyak yang sebelumnya telah terkumpul dalam lingkaran booms dengan menyedot dan mengumpulkannya kedalam sebuah tabung penampungan. Tumpahan minyak tidak selalu dapat diambil dengan skimmer, hal ini bergantung pada nilai viskositas minyak itu sendiri. Dengan semakin berkembangya teknologi, sebuah skimmer yang dioperasikan menggunakan sebuah kapal tunda dapat menyedot hiingga 30 ton minyak mentah per jam.

Beberapa jenis skimmer ada yang diletakkan secara permanen (Fixed Skimmers) sehingga ketika terjadi tumpahan mnyak di daerah tersebut, skimmer dapat langsung dioperasikan untuk mengangkat kembali tumpahan minyak dari permukaan air. Untuk skimmer jenis ini, minyak yang terangkat dapat disalurkan melalui pipa yang terhubung dengan sebuah tanki yang berada di daratan.

Oil-Water Separator
Oil-water Separator digunakan dalam penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang kelaut. Oil-Water Separator menggunakan Hukum Stokes untuk mendefinisikan kecepatan terapungya sebuat benda/partikel berdasarkan berat jenis dan ukuranya. Dalam alat ini, minyak akan terakumulasi diatas permukaan air. Berikut ini skemanya:

OWS

Dispersants
Berupa senyawa kimia yang bekerja dengan melarutkan minyak menjadi zat yang lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Dengan pemberian dispersants pada daerah yang terkena tumpahan, minyak akan dapat terurai dengan mudah oleh mikrooganisme seperti bakteri, dan jamur. Dispersants modern bahkan memiliki kandungan racun yang sangat sedikit, yaitu sekitar 8 kali lebih kecil dibandingkan air bilasan seusai mencuci pakaian.


Sorbents

Sorbents adalah material/bahan yang dapat menyerap dan menahan minyak. Material ini misalnya busa yang diletakkan pada booms, bantal, atau tali yang umumnya terbuat dari polypropylene atau polyetylene yang dapat diperas untuk selanjutnya digunakan kembali. Penggunaan sorbents hanya terbatas pada pengoperasian berskala kecil.

Menanggulangi Pencemaran dengan Bantuan Informasi Teknologi
Menanggulangi pencemaran oleh minyak bisa menjadi sangat kompleks, karena berkaitan dengan masalah liability dari perusahaan, resiko pencemaran lingkungan dan kesehatan manusia, kepentingan masyarakat yang disebarkan melalui mass media, peran dan tanggung jawab Pemerintah semua bergabung dan menarik perhatian masyarakat bahkan sampai meresahkan.
Karena itu sejalan dengan usaha Amerika serikat melakukan Natural Resource Damage Assesment (NRDA), Dames dan Moore juga mengembangkan informasi teknologi yang akan digunakan oleh Pemerintah dan Industri untuk mengumpulkan data informasi yang komperhensif dan relevan membantu menysusun rencana penanggulangan pencemaran oleh minyak (Oil Contingency Planing). Metode dengan bantuan data teknologi ini setiap saat dapat digunakan menghadapi keadaan darurat pencemaran.
Hasilnya tentu membantu para pengambil keputusan dapat bertindak lebih efisien dalam mengalokasikan sarana untuk menanggulangi pencemaran, mengurangi kerusakan lingkungan, dan memulihkannya.
Teknologi yang dimaksud dinamakan “Geographic Information System (GIS)” dengan memasukkan sejumlah data lokasi ke dalam komputer yang kemudian diintegrasikan dengan database yang lain untuk mendapatkan permasalahan yang dihadapi.

Coastal Resource Atlases (CRAs)
Salah satu aplikasi dari GIS teknologi adalah pengembangan pemetaan Pantai dan disebut “Coastal Resource Atlases (CRAs)” meliputi koleksi data yang disimpan dan berbagai jenis informasi mengenai keadaan fisik, biologi dan sifat-sifat dari daerah Pantai yang dimaksud.
Dengan mencatat sumber data dan distribusi lokasi dari Spesis dan habitatnya yang berbahaya terhadap pencemaran minyak, maka rencana penanggulangan darurat dapat dikembangkan membantu meminimize kerusakan akibat pencemaran dan mempercepat pemulihan lingkungan.
Dengan adanya peta seperti ini memungkinkan pengambil keputusan dalam menanggulangi pencemaran bertindak lebih tepat dan efektif. Karena sering terjadi perubahan kondisi di lokasi, maka Coastal Resource Atlases harus dapat menggabungkan multi-variabel data sets yang dengan mudah dapat di up date kembali.

Environment Sensitivity Indexes (Indeks Sensitivitas Lingkungan)
Data yang memuat informasi mengenai kondisi suatu lokasi yang mungkin akan tercemari oleh tumpahan minyak, membantu pelaksana menentukan opsi yang paling tepat untuk menanganinya. Dalam keadaan darurat informasi dimaksud perlu segera didapatkan tanpa ada keragu-raguan.
Sensitivitas dari pantai terhadap tumpahan minyak akan banyak tergantung dari hubungan antara lingkungan dan faktor musim, keadaan cuaca yang berlaku disana. Faktor dimaksud akan bervariasi tetapi pada umumnya termasuk informasi dari faktor berikut:
* Land tenure atau status dari lokasi apakah, milik pribadi (private), atau untuk umum atau untuk Taman Nasional.
* Exposures terutama terhadap hembusan angin, kencang, moderate atau pelan.
* Sensitivity Birds. Apakah lokasi tersebut tempat burung-burung bersarang dan berkembang biak.
* Mammals. Apakah ditempat tersebut terdapat jenis binatang mamalia.
* Geomorphology, mengenai lokasi dari karang dan pohon bakau dan tanaman lainnya.
* Commercial activities. Apakah lokasi tersebut digunakan sebagai tempat kegiatan komersil dan perdagangan.
* Recreational activities. Apakah Iokasi tersebut digunakan juga sebagai tempat rekreasi.
* Industri and community fasilities. Apakah di lokasi terdapat industri seperti Pariwisata, pembangkit tenaga listrik dan tempat pemukiman.
Karena informasi yang di dapat bervariasi,maka GIS technology dapat digunakan untuk selanjutnya mengembangkan Environment Sensitivity Index (ESI). Kemudian Index dimaksud dikembangkan untuk pengguaan selanjutnya menentukan sensitivitas dari aset yang berada di lokasi terhadap pencemaran, berdasarkan rating dari bobot dan dampak pencemaran yang akan terjadi.
Sistem ini akan berguna jika dikembangkan untuk melindungi pantai dan pulau-pulau Indonesia terutama yang dilalui oleh alur pelayaran yang telah ditetapkan sebagai alur pelayaran International dan rawan terhadap pencemaran seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Wetar.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Agustus 2009 in Logistik laut

 

One response to “Pencegahan Polusi Minyak dari kapal Bag III

  1. muh ishaq idris

    26 Maret 2011 at 1:30 pm

    mudah-mudahan dengan adanya sawage plant dapat mengurangi pencemaran di laut.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: